Tuntutan Terhadap Zaenal Tayeb Dibacakan Usai Galungan - Beritadenpasar.com

Hukrim

Tuntutan Terhadap Zaenal Tayeb Dibacakan Usai Galungan

Kamis, 04 November 2021 | 13:30 WITA
Tuntutan Terhadap Zaenal Tayeb Dibacakan Usai Galungan

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritadenpasar.com, Denpasar.
Pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dikomandoi Jaksa Dewa Lanang Raharja,SH menyatakan belum siap membacakan amar tuntutan terhadap terdakwa Zaenal Tayeb terkait dugaan memasukkan keterangan palsu ke dalam akta otentik.
Sidang yang digelar secara online di PN Denpasar, Kamis (4/11) ketua majelis hakim Wayan Yasa,SH.,MH. terpaksa menunda jadwal sidang tuntutan hingga pekan depan atau setelah libur Galungan. 
"Kami harap saudara penuntut umum sudah siap dengan tuntutannya pada hari Selasa, 16 November," putus hakim dalam sidang.
Sebagaimana diketahui, terakhir Zaenal Tayeb dihadirkan dalam sidang secara online, Kamis (28/10). Setidaknya terjeda hingga 21 hari lamanya untuk mendengarkan amar tuntutan dari JPU Kejari Badung.
Zaenal Tayeb, sempat mempertegas agar Pengadilan Negeri (PN) Denpasar mengizinkan untuk dilakukan proses pengukuran ulang terkait tanah yang dijadikan permasalahan ini muncul.
Dimana pada intinya, kata Zaenal hal ini adalah kerjasama dan kesepakatan para pihak. Jadi, dirinya tidak pernah merasa menyuruh ataupun memberikan keterangan palsu.
"Riil tanah di Ombak luxury Cemagi adalah sesuai luasan yg disepakati, penjualan telah dilakukan sejak 2013 namun baru dibayarkan sejak 2017-2019 setelah ada perjanjian kerja sama di tanda tangani," terang Zaenal saat sidang dengan agenda keterangan terdakwa.
Kembali mengulas dakwaan JPU, kasus ini bermula dari Hedar Giacomo Boy Syam yang merupakan keponakan dari Zaenal Tayeb, melaporkan terkait penjualan tanah 13.700 meter persegi di Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. 
Dalam laporan Hedar, bahwa luas tanah dalan sertifikat hanya 8.700 meter persegi sehingga ada kekurangan. Dimana Zaenal Tayeb dalam hal ini selaku pemilik tanah, sedangkan drafnya dibuat oleh Yuri Pranatomo yang justru saat itu sebagai di PT Mirah Property milik Header. 
Namun pemilik sasana tinju Mirah Boxing Camp ini menjelaskan, bahwa tanah miliknya seluas 17.302 m2. Dari luas itu, yang dikerjasamakan hanya seluas 13.700 M2 dan dua kavling (1.700 M2) tidak dijual. Dimana tanah 137 are itu sudah dibayar dengan cara dicicil sampai lunas. 
Menurutnya ada dua kavlingan yang terjual. Sedangkan Yuri dalam kesaksiannya, menyebut penyusunan draf akta tanah 33 atas perintah dan kesepakatan dari Hedar dan Zaenal Tayeb.
Halaman :

TAGS : Terdakwa Notaris Akta Tanah Jaksa Penuntut Umum Berita Denpasar Berita Bahasa Bali Berita Berbahasa Denpasar Berita Denpasar Terkini Berita Denpasar Hari Ini Info Denpasar Beritadenpasar Informasi Denpasar


Bali Tour Company | Bali Day Tours Packages | Bali Tours Activities

Best online Bali Tour Company Service for your holiday in Bali Islands by offer special Bali Day Tours Packages, Bali Activities Tour with Professional Bali Tours. Contact us Today 082340081861



News Lainnya :


Berita Lainnya

BALI TRENDING

BERITA BALI TV