Suara Warga

Omicron Mengancam Pemulihan Pariwisata Bali

 Selasa, 21 Desember 2021, 21:35 WITA

Beritadenpasar.com

IKUTI BERITADENPASAR.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Beritadenpasar.com, Denpasar. 

Pada bulan Desember 2021, varian Omicron pertama kali terdeteksi di Indonesia (Kementerian Kesehatan, 15 Desember). Menurut World Health Organization, Varian ini sangat menular–menyebar 70 kali lebih cepat dalam udara dibandingkan dengan Delta (Fakultas Kedokteran HKU, 15 Desember). Sekalipun terdapat klaim bahwa Omicron tidak terlalu mematikan, Presiden Joko “Jokowi” Widodo di hari yang sama mengimbau masyarakat untuk tidak berpergian ke luar negeri dengan harapan mengurangi risiko penularan lokal.


Ketika Bali hendak bersiap untuk menyambut wisatawan mancanegara, akankah Omicron mengancam kesempatan Pulau Dewata untuk pulih?

Pada bulan Juli 2021, Indonesia menggantikan India sebagai pusat penyebaran COVID di Asia dengan kasus infeksi baru tercatat mencapai 47.899. Sekelam apa pun situasinya pada saat itu, Bangsa ini mampu menerjang badai ombak, bahkan, dengan sangat memuaskan. 

Dalam kurun waktu kurang dari 100 hari, Indonesia mencatat salah satu kasus terendah di dunia. Hampir 50 persen penduduk Indonesia telah divaksinasi. Hal ini berkat perubahan strategi Kementerian Kesehatan dalam waktu sekejap – dari birokratisasi pendistribusian vaksin hingga suntikan yang gratis dan dapat diakses oleh masyarakat dari berbagai jenjang usia dan pekerjaan di hampir setiap sarana publik. 

Ketika rumah sakit dan kegiatan usaha kembali beroperasi dan mulai menghasilkan omzet, beberapa industri mungkin tidak mengalami hal yang sama. Di Bali, pariwisata belum kembali normal. Hanya 45 WNA mengunjungi Bali di tahun ini – suatu penurunan yang signifikan dari 6,2 juta sebelum pandemi.


Halaman :